Pada saat harga BBM mulai melambung tinggi, kemanakah suara-suara agen pengubah? Kemanakah para mahasiswa?
Ada,
tapi mungkin tidak banyak yang peduli akan kebijaka yang dibuat oleh pemerintah
dan bahkan tidak mau berusaha untuk memikirkan dampaknya di mas depan nanti.
Sebenarnya
banya aksi yang terjadi disana-sini. Aksi dari teman-teman yang ada di Jakarta
yaitu mahasiswa UI, UNHAS,UKI dan yang lainnya. Aksi teman-teman di berbagai
kota di Sulawesi. Aksi teman-teman di Yogya, dan berbagai aksi yang dilakukan
oleh mahasiswa-mahasiwa di berbagai kota dan daerah yang ada di Indonesia. Semua
aksi yang mereka lakukan adalah dengan tujuan yang sama yaitu menentang
kenaikan harga BBM. Karena dari yang sedikit itu banyak yang memikirkan dampak
kedepannya bila BBM naik. Karena rumus yang turun nantinya adalah:
BBM
naik = naik harga barang + jasa = yang kaya makin kaya + yang miskin makin miskin =
rakyat kecil tertindas.
Lalu
dari penjabaranku tadi, pertanyaan yang muncul adalah mengapa dari tadi aku
memaparkan bahwa yang peduli hanya sedikit, padahal kan sudah banyak aksi dari
mahasiswa yang berada di berbagai kota dan daerah di Indonesia ini?
Jawabannya
adalah dari beberapa juta mahasiswa yang ada di seluruh Indonesia yang mau ikut
turun kejalan untuk menentang kenaikan BBM, hanya beberapa ribu saja yang mau
dan bahkan yang peduli.
Tidak
tahu lagi harus berkomentar apa, tapi hal ini sering membuat hatiku miris, teriris-iris dan pedih. Kemanakah para penggores sejarah lainnya ??? Kemanakah
Agent of Change lainnya ??? Kemanakah suara-suara pengubah dunia lainnya ???
Hatiku
sangat miris ketika melihat dan mendengar aksi-aksi di Indonesia, terutama yang
menyangkut mahasiswa yang memperjuangkan hak-hak rakyat kecil. Bukan aksi itu
yang kusayangkan, bukan pula mahasiswa yang turun ikut dalam aksi itu, tetapi
teman-teman yang tidak turun dalam aksi itulah sering kupertanyakan.

No comments:
Post a Comment