Apa yang pertama kali muncul di benak kalian saat mendengar kata “PEMIMPIN”??? Kekuasaan, Jabatan, Pengatur, Manager, atau???
Yang pasti, dengan sangat yakin 90%, aku
menebak pasti hal yang besar yang terlintas di fikiran kalian masing-masing
bukan. Begitu juga aku, ketika mendengar kata pemimpin, hal yang pertama kali
meluncur di benakku adalah sesosok orang yang memiliki kharisma serta
kewibawaan sejalan dengan nama yang disandangnya, PEMIMPIN.
Dari ilmu pelatihan dan buku-buku yang kubaca
saat masih menjadi mahasiswa dulu, pemimpin memiliki tipe yang beragam
macamnya. Tergantung, dari teori siapa kita berkiblat. Dari berbagai teori
tersebut jugalah kita akan menemukan pemimpin yang ideal menurut teori tersebut
atau pun menurut diri kita sendiri, setidaknya akhirnya kita tahu dan bisa
menentukan kriteria minimal yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin.
Ok, kukatakan dengan jujur bahwa aku adalah termasuk salah satu
orang yang sangat menuntut sebuah keidealan dari seorang pemmpin. Tapi, aku
terkadang juga bisa menoleransi kekurangan-kekurangan yang dimiliki oleh
seorang pemimpin. Toh, bagaimana pun juga pemimpin adalah seorang manusia,
bukan sebuah pelecut kuda yang bisa melecut kuda sesuka pengemudi kuda dengan
sempurna.
Ada perasaan galau saat mengetahui bahwa yang
menjadi pemimpinku sekarang diangkat menjadi pemimpinku. Yah, hal itu memang
harus kuterima dengan pasrah, karena bagaimana pun juga di atas pemimpinku ada
pemimpinnya pemimpinku, dan pemimpinku itu ditentukan oleh pemimpinnya
pemimpinku tersebut. Ribet memang, rumit pasti, tapi begitulah hidup.
Seiring berjalannya waktu, aku berusaha untuk
menepiskan rasa galau ku itu ke sudut hatiku yang dalam, kalau boleh keluar
total dari hatiku, andaikan bisa. Ternyata, perkiraanku benar, sangat sulit
untuk mengeluarkannya dari hatiku.
Selama ini aku tidak menepiskan kalau aku
adalah bawahan yang kurang loyal. Salah memang tetap salah ….

No comments:
Post a Comment