Apakah Idealis telah hilang…?
Atau mati…???
Hari ini ku dengar suatu kabar, yang
mungkin dapat dikatakan menggembirakan tapi di satu sisi lainnya membuat hatiku
sangat miris dan malu, ya sangat malu….
Kata si pembawa kabar ”temen-temen mulai nulis deh dari sekarang, karena katanya siapa yang nulis terus tulisannya dimuat di Koran Kompas akan dapat duit, kalo ga salah 500 ribu, gitu sih kata menteri Humas BEM Kema Unpad.”, ya mungkin kata-kata si pembawa berita tadi tidak persis seperti itu, tapi makna yang kita tangkap sama.
Mungkin di satu sisi, kita merasa senang karena tulisan kita dimuat di media cetak yang terkenal dan dibayar pula. Tapi jangan lupakan sisi lainnya juga. Ketika sebuah idealis merupakan barang langka pada zaman sekarang ini di kalangan mahasiswa, sampai-sampai media cetak pun berani membayar sebuah tulisan yang idealis. Tapi bagaimana jika ada seseorang atau pihak yang lain karena uang 500 ribu akhirnya menjadi penulis yang kritis, masihkah hal itu kita sebut sebagai sebuah idealis seorang mahasiswa? Benarkah tulisannya keluar dari hati dan hasil pemikirannya sendiri?
Kita mahasiswa merupakan Agent Of Change, Agen perubahan. Tapi apakah hal itu merupakan keadaan realita yang sebenarnya ketika kita melihat rakyat sengsara di luar sana tapi kita masih santai duduk di bangku kuliah???
Masikah kita dikatakan sebagai Agen pengubah bila kita hanya mau dan berani bersuara jika kita di bayar dengan uang 500 ribu rupiah?
LUCU!!! Benar-benar lucu, hanya karena tidak dibayar uang 500 ribukah, sehingga kita tidak mau menyumbangkan suara kita mahasiswa sebagai jembatan aspirasi dan suara tangis derita rakyat.
ANEH!!! Benar-benar aneh ketika kita malah bangga ketika suara kita diterbitkan di sebuah media cetak hanya untuk sejumlah uang 500 ribu rupiah.
KEJAM!!! Benar-benar kejam ketika karena uang 500 ribu kita tidak mau bersuara kawan, kita diam, bungkam seribu bahasa karena kita tidak dibayar 500 ribu.
Apakah itu yang disebut dengan IDEALISME SEORANG MAHASISWA, SEORANG AGENT OF CHANGE, SEORANG PEMBELA RAKYAT?!?!?!
Apakah
KARENA UANG 500 ribu teman???
TANYA-KEN-APA
No comments:
Post a Comment