Friday, August 26, 2011

The New Page of My Life



Ya, judulnya menggambarkan bahwa aku bukanlah bagian kehidupan kampus lagi. Alhamdulillah tidak genap sebulan setelah sidang, aku diterima bekerja di PT Induksarana Kemasindo (ISKI) di daerah Jakarta Barat. Gajinya tidak begitu besar, namun masih cukup untukku seorang dan terbilang lumayan untuk fresh graduate seperti aku. Dan yang paling penting adalah, aku bisa hidup mandiri. Walau pun aku belum bisa membantu banyak untuk kehidupan orangtuaku, minimal aku tidak akan menyusahkan dan merepotkan mereka lagi. 

Hari pertama saat memasuki dunia kerja, banyak hal yang harus ku pelajari, banyak sisi yang harus ku perhatikan, dan paling tentu, banyak karakter yang harus ku kenal. Dari big boss, sampai office boy.

Hari pertama bekerja, aku dikenalkan pada banyak sekali karyawan, yang membuat memori di kepalaku harus bekerja keras untuk mengingat tiap wajah dan nama. Yang pada akhirnya membuat aku menyerah dengan usaha ku yang terbilang cukup keras untuk melakukan kedua hal tersebut dalam waktu bersamaan dalam waktu yang singkat. Selain diperkenalkan pada lingkunga kerja, aku diperkenalkan dengan tugas yang akan ku jalani selama bekerja di ISKI. Saat di kenalkan pada tugasku, sungguh gelar yang ku punya tidak memiliki peran yang cukup besar dalam hal itu. Aku merasa seperti anak TK yang masih buta huruf diajari untuk membaca sebuah novel, how can be?!?!?! Hari pertama aku belum bisa memutuskan apakah aku akan menyukai pekerjaanku atau malah membencinya.

Hari kedua bekerja, aku sudah mulai bisa akrab dengan rekan-rekan seruanganku, walau pun aku merasa sangat asing dan tidak enak, karena orang yang aku gantikan posisinya masih ada disana, untuk handover denganku. Yah, posisiku terbilang agak sulit. Memang orang itu keluar dari perusahaan atas keinginannya sendiri, dan bila dia tidak keluar maka aku tidak akan mendapatkan pekerjaan ini, tapi… posisi yang kuhadapi sangatlah tidak enak. Inginnya siyh, dia sudah tidak ada saat aku masuk, tapi kalau dia keluar maka aku belajar sama siapa dong??? Aku juga sampai saat ini belum bisa memutuskan apakah aku menyukai atau tidak menyukainya… karena, saat dia disana aku merasa tiba-tiba berubah menjadi invisible woman (tidak man, karena aku kan perempuan).

Namun, dihari kedua aku dilibatkan dalam acara komunitas di bagian aku bekerja, yang membuat aku tampak ada dan terlihat lagi… kesimpulan yang bisa kutarik dari hari pertama dan hari kedua, sungguh pengalaman organisasi dikampus belum cukup membantu aku bersosialisasi dalam lingkungan kerja… bukan berarti organisasi kampus yang salah, tapi memang aku masih memiliki pengalaman yang sangat sangat sangat kurang sekali… yah, hidup memang adalah sekolah yang paling nyata dan berharga…

Hari ketiga, hari terakhir bekerja dan hari terakhir aku bertemu dan ditraining oleh orang yang akan kugantikan. Disini aku sudah mulai paham akan tugasku, tidak seabu-abu hari pertama lagi. Sudah dapat kubedakan antara hitam dan putih dari pekerjaanku, walau pun masih ada yang terlihat abu-abu. Hari itu jugalah hari yang terberat dari hari ketiga tadi. Mengapa??? Pertama, aku memberikan kesan yang kurang bagus terhadap big boss, yang pada akhirnya si big boss menyuruh atasanku agar aku mengganti rokku dengan celana. Alasannya, terlalu beresiko kalau aku memakai rok di lapangan. I said in my mind “what?!?!?!, ganti costum?!?!?! No no no. It’s impossible to be done!!!”. Aku nggak mungkin melakukannya, yang artinya aku menjual aqidahku, Masya Allah… jangan sampai… aku tidak tahu apakah itu hanya akal-akalan si big boss saja agar aku keluar dari perusahaan secepat mungkin atau memang benar-benar resiko yang besar saat aku memakai rok di lapangan… Aku hanya berharap, atasanku akan lupa atas permintaannnya dan si big boss juga lupa kesan buruk yang ku timbulkan pada saat pertama kali ia melihatku dan aku bisa menunjukkan bahwa rokku tidak akan menutupi kecerdasan otak yang diberi Allah padaku. Intinya, penampilan islamiku tidak akan menghambat pekerjaanku. Apakah masih banyak yang memandang bahwa muslimah tidak bisa bekerja sama efektifnya dengan wanita-wanita rok pendek diluar sana, let me prove it, that we can do that better!!! Ya Allah, jagalah hamba dalam mencari rezeki yang halal, dan bila ini bukan jalan untuk mendapatkan rezeki yang layak untuk hamba, maka bukakanlah dan mudahkanlah jalan yang lain untuk hamba.

Permintaan atasanku sudah membuat aku sedikit down, dan sangat menambah berat kulit di wajahku, sehingga sangat sulit bagiku untuk memberikan senyum tulus dan berbinar-binar pada orang lain yang menjadi lawan bicaraku. I was so shocked!!! I was so confused!!! Gimana nggak, waktu hari pertama wawancara sampai hari kedua aku bekerja, penampilanku bukanlah problem, but why now??? Kenapa harus setelah hari ketiga??? Kalau dari hari pertama aku ditolak, I would understand it… yah, Rahasia Allah always better, I know it.

Setelah banyak perasaan dan fikiran berkecamuk di kepala dan di dadaku, ternyata bagian terberat belum juga cukup memenuhi hari terakhir kerjaku di bulan ini. Saatnya perpisahan dengan orang yang akan kugantikan. Ok, namanya mba Yanti. Tidak nyama juga rasanya kalau aku memanggil dia terus menerus dengan “orang yang akan kugantikan”. Toh dia punya nama, dan aku tidak membenci dia. Hanya saja, yah, aku tidak tahu harus berperasaan seperti apa terhadap beliau. Yang pasti, saat rekan-rekan lain mengucapkan salam perpisahan dengannya, aku merasa berada di tempat yang sungguh sangat sangat sangat tidak seharusnya aku tempati. Aku merasa ingin pergi atau menghilang sesaat, yang keduanya tidak mungkin aku lakukan. Because, I was still there, watched them!!! Sungguh perasaan yang tidak nyaman. Seperti berada di pemakaman dengan pakaian badut, sungguh tidak pantas kan?!?!?! Yah, selamat Putri Lestari Hemawati, kamu dapat  jackpot bom jantung dalam satu hari!!!

Yah, terlepas dari semua itu, aku masih bersyukur atas semua yang Allah beri padaku… aku yakin, Allah tidak akan menguji hambaNya melebihi kapasitas keimanan dan kekuatan hati dan jiwa yang dimiliki hambaNya tersebut… but, I just need time to accept everything. Dan semoga aku bisa cepat menerima semua ini. Mudah-mudahan liburan dan akhir bulan suci ini bisa membawa berkah untukku… amin ya Allah…

Mudah-mudahan ini episode hidup yang penuh hikmah

No comments:

Post a Comment