Rasanya sudah lama sekali aku tidak
menuangkan buah-buah pemikiranku selama ini. Selama ini begitu banyak hal-hal
di luarsana yang kupikirkan. Tapi sayang sekali aku tidak menuangkannya, jadi
lebih banyak yang lupa.
Beberapa minggu yang lalu aku ikut sebuah
acara yang diadakan oleh BEM Unpad. Acara itu bertujuan untuk menyiapkan
mahasiswa-mahasiswa yang siap berada di barisan paling depanpada saat Pemilu
2009 nanti. Maklumlah, karena hasil Pemilu nantinyalah yang menentukan masa
depan bangsa ini maka wajar sajalah bila mahasiswa yang masih punya nilai
idealis akan kepikiran untuk mencari cara untuk Pemilu nantinya berlangsung
dengan bersih, sebersih-bersihnya.
Acara itu dilaksanakan pada tanggal 15, 16,
dan 17 november 2008 lalu. 2 hari 2 malam berada di daerah dago pakar, sedangkan 1
harinya lagi kita berangkat ke KPU RI yang berada di Jakarta. Hal yang akan
kuceritakan pada judul kali ini adalah tentang 2 hari 2 malam yang ada di Dago
Pakar, 1 harinya lagi akan kuceritakan pada judul yang berbeda karena perbedaan
ojek yang akan kusoroti.
Yang ingin kusoroti sekarang adalah tentang
mahasiswanya. Kenapa mahasiswa ya… karena pada acara tersebut banyak kejadian
menarik yang aku alami, sampai-sampai hal-hal menarik itu terlalu lama
berputar-putar di kepalaku dan mulai menguap bagai aseton.
Acara itu sebenarnya dimulai dengan Technical
Meeting peserta dan panitia.TM ini bertujuan untuk awal komunikasi antara
peserta dan panitia. Hari itu sebenarnya, informasi yang kudapat dari peserta
yang lain, bahwa TM dilaksanakan pada pukul 14.00 WIB, tapi jarkom yang
kudapat, TMnya pukul 15.30. Jadi, wajar saja sebenarnya kalau aku datang pulul
15.25 WIB kan? (apakah ini pembenaran, silahkan menilai sendiri ^_^)
Ternyata sesampainya aku di sana acaranya
belum dimulai. Setelah 15 menit berlalu barulah acara dimulai. Disitu aku belum
tahu kalau seharusnya acara TM dimulai 2,5 jam yang lalu. Tapi, disana aku dapat
menyimpulkan sebab keterlambatan acara tersebut dari jumlah peserta yang datang. Hal
biasa, yaitu banyak peserta yang datang terlambat, termasuk aku yang sampai
saat itu masih merasa orang yang datang tepat waktu.
Acara pun akhirnya dimulai. Mengalir layaknya
acara TM pada umumnya. Aku pun mulai mencari kenalan dengan peserta putri.
Ternyata tiba-tiba ada salah satu kenalanku ini berceletuk dengan nada sedikit
kesal dan ketus :
“Acaranya baru dimulai sekarang, padahal
diundangannya kan seharusnya jam 2 tadi !!!, gimana sih panitianya, ga
professional !!! Padahal udah dari jam 2 disini, seharusnya berapa orang pun
yang datang dimulai aja acaranya” ujarnya.
Haaa, undangan ??? Aku belum pernah mendengar
tentang undangan !!! Tiba-tiba panitia berkata tentang wawancara, aku pun makin
dibuat heran karena setahuku acara ini hanya TM saja. Wah, wah sepertinya aku
ketinggalan beberapa episode dari acara AOC kali ini. Tapi tak apalah kalau
wawancara karena dapat dilaksanakan setelah TM selesai.
Ok, balik lagi ke celetukan salah seorang
peserta yang merupakan kenalanku. Menurutku wajar saja dia kesal, karena
apabila aku ditempatkan pada posisinya aku juga pasti akan kesal. Namun, ada
hal yang kurang aku setujui dengan pernyataanya yaitu tentang penyalahan kepada
panitia sepenuhnya dan pernyataan panitia yang tidak professional.
Aku menyetujui kalau panitia memang ngaret
tapi bukan berarti itu merupakan kesalahan mereka sepenuhnya, apalagi sampai
menyinggung katidak profesionalan mereka.
(9 januari 2009) Maaf selebihnya aku lupa, karena
sudah lama ngga’ nulis……
No comments:
Post a Comment