Friday, January 9, 2009

Pentingnya (Arsip) Dokumen dalam Organisasi



Mungkin banyak orang bertanya-tanya keheranan mengapa aku mengambil judul yang diatas, tapi tidak masalah karena hal ini akan kujelaskan pada kisahku kali ini.

Dua hari yang lalu aku mengikuti salah kegiatan yang dilaksanakan oleh BEM Universitas, SOL (School Of Leader). Kegiatan ini sudah berlangsung kurang lebih 2 bulan dan 2 hari lalu itu adalah penutupannya. Mungkin materi yang paling berkesan atau paling mengena atau hal baru yang kurasakan dalam acara tersebut (penutupan) adalah pada saat malam hari ketika pematerinya adalah kang Indra Kusumah (mantan ketua/presiden BEM Kema Unpad 2004-2005) dan kang Fajar (ketua BPM 2008-2009).

Sebenarnya mereka berdua tidak menyampaikan materi tetapi lebih ke sharing dan cerita kisah mereka selama menjabat sebagai pemimpin di jajarannya. Dalam sharing inilah aku mendapatkan sesuatu yang sangat terngiang didalam pikiranku sampai sekarang. Hal ini kudapat dari perkataan kang Indra, beliau berkata bahwa bila ingin sukses di organisasi kampus maka kita harus menguasai dokumen kampus, baik itu tingkat universitas, fakultas, atau pun jurusan. Dokumen yang dimaksud disini adalah segala macam perundang-undangan yang ada di kampus. Beliau berkata hal ini berlaku juga sampai ketingkat tatanan Negara. Pada saat itulah aku benar-benar merasa diriku sangat nol dalam organisasi, khususnya tempat yang sekarang sedang ku tempati yaitu BEM Fakultas.

Selama ini aku berorganisasi hanya didasarkan, mungkin bila dikatakan kasar adalah pada insting dan kemampuan dari pelatihan sana sini. Selama ini aku memegang jabatan di departemen kaderisasi, belum pernah sekali pun aku menguasai perundang-undangan yang mengatur bagian pengkaderan. Selama ini (2 tahun) aku bekerja karena menteri-menteri ku punya kemampuan akan bidangnya. Tapi aku juga tidak tahu apakah mereka juga bekerja berdasarkan perundang-undangan yang ada, aku tidak tahu. Selama ini cara pandang berfikir ku ternyata salah besar. Ku kira selama ini, hanya tugas orang-orang yang bergerak di bidang legislatiflah untuk menguasai perundang-undangan. Ternyata hal itu salah besar. Karena bila ingin berhasil di lembaga eksekutif pun maka kita harus menguasai perundang-undangan. Bila kita sudah paham akan aturan main maka akan semakin mudah untuk menggapai kemenangan dalam permainan itu. Dan organisasi bukanlah sebuah permainan, namun sebuah batu pijakan untuk memajukan bangsa ini. Dan bila ingin menapak batu yang tepat maka kita harus mengenal arah yang benar. Nah arah itu akan diberi beberapa tanda-tanda. Tanda-tanda itulah yang analog dengan aturan main dalam sebuah permainan.

Mungkin alasan mengapa lembaga eksekutif kurang mengoptimalkan perannya disebabkan karena orang-orang yang bergerak di lembaga tersebut ‘malas’ untuk mempelajari dokumen. Aku belum memiliki bukti yang valid terhadap hal ini (karena semua harus ada data yang jelas sebelum menyimpulkan sesuatu), maka aku hanya bisa berasumsi saja. Namun satu yang pasti, mulai dari sekarang aku ingin mempelajari dokumen. Mungkin penyebab kinerjaku yang kurang optimal sekarang pun disebabkan karena aku ‘buta’ akan dokumen.

Hmmmmmmmmmm

No comments:

Post a Comment