Tuesday, June 3, 2008

Moral Wakil Rakyat ?!?!

Ya, itu yang ingin aku tulis, MORAL WAKIL RAKYAT.

Baru-baru ini banyak kasus yang terkait dengan moral para pejabat kita, khususnya para wakil rakyat, yaitu para anggota DPR.

Ngga tahu apakah harus memaki mereka dengan kebejatan moral yang mereka miliki ataukah harus mendoakan mereka agar mereka sadar akan kebejatan moral mereka sehingga mereka berubah. Hal ini terlihat dan tergambar jelas dari kasus-kasus, foto-foto, rekaman-rekman sampai video mesum yang pemeran utamanya adalah mereka, anggota DPR.

Pertama, berita yang sangat hot beberapa bulan yang lalu, salah satu anggota DPR terbukti melakukan perselingkuhan dengan salah seorang penyanyi dangdut sohor. Hal itu terbukti dengan beredarnya video mesum yang pemeran utamanya tak lain dan tak bukan adalah mereka berdua. Berita itu sangat hangat beberapa saat. Yang katanya si waita menggugurkan kandungannya atas suruhan istri pejabat, atau karena suruhan si pejabat sendiri, atau karena keinginan si wanita pedangdut itu, pokoknya banyak versi deh dari cerita itu. Tapi bukan itu yang ingin aku angkat, melainkan tentang moral sang pejabat itu. Apakah hanyut dengan aliran dana rakyat yang telah dikantonginya atau tenggelam dalam tumpukan harta yang telah dia kumpulkan dari hasil korupsi mungkin. Tapi satu yang pasi dapat disimpulkan dari pejabat itu adalah hilangnya moral yang pernah dimilikinya. Berita sang pejabat sempat hangat beredar dimasyarakat, terakhir yang aku dengar kabar pejabat itu adalah pengunduran diri dari pejabat itu. Baguslah, setidaknya dia masih punya sedikit rasa malu, meskipun hanya secuil. Sedangkan si bu pedangdut malah dituntut balik dipengadilan karena kasus aborsi ilegalnya.
Cerita Kedua juga datang dari pejabat gedung DPR. Hal ini kasusnya juga hampir sama, yaitu kebejatan moral pejabat rakyat. Si bapak pejabat ternyata dituntut oleh mantan sekretarisnya yang wanita karena pernah melakukan pelecehan seksual pada si bu sekretaris. Tapi pak pejabat memebantah semua itu, katanya yang itu fitnahlah, atau foto yang beredar itu hanyalah foto kantor saaat berlibur, atau si sekretaris ingin memutarbalikkan faktalah, pokoknya banyak dalihlah dari si bapak pejabat. Tapi kesimpulan sama dapat diambil dari pak pejabat yang pertama tadi, yaitu kebejatan moral mereka. Saya ngga sempat mengikuti ending dari pak pejabat kedua.
Pernah juga pada waktu luang saya coba buka-buka berita di internet. Nah, disitu saya sempat baca celetukan dari seorang anggota DPR. Celetukannya menyangkut ke pejabat yang pertama dan kedua tadi. Kira-kira isi dari celetukan itu seperti ini :
“lha di gedung DPR udah biasa kok terjadi perselingkuhan itu, malah wanita-wanita sering dijadikan hadiah oleh orang-orang yang terbantu oleh anggota DPR kepada anggota DPR yang telah membantu mereka. Dinding-dinding kokoh gedung DPR sering menjadi saksi apa yang terjadi di dalam ruangan para anggota DPR. Ngga Cuma 1 atau 2 orang saja yang terlibat kasus-kasus wanita seperti itu. Soalnya kalau udah dihadiahin kaya gitu gimana mau nolak ya. Kalau ketahuan, itu salah mereka sendiri ga bisa main cantik.”
          Ck,ck,ck….

No comments:

Post a Comment