Ya, itu yang ingin aku tulis, MORAL WAKIL
RAKYAT.
Baru-baru ini banyak kasus yang terkait
dengan moral para pejabat kita, khususnya para wakil rakyat, yaitu para anggota
DPR.
Ngga tahu apakah harus memaki mereka dengan
kebejatan moral yang mereka miliki ataukah harus mendoakan mereka agar mereka
sadar akan kebejatan moral mereka sehingga mereka berubah. Hal ini terlihat dan
tergambar jelas dari kasus-kasus, foto-foto, rekaman-rekman sampai video mesum
yang pemeran utamanya adalah mereka, anggota DPR.
Pertama, berita yang sangat hot beberapa
bulan yang lalu, salah satu anggota DPR terbukti melakukan perselingkuhan
dengan salah seorang penyanyi dangdut sohor. Hal itu terbukti dengan beredarnya
video mesum yang pemeran utamanya tak lain dan tak bukan adalah mereka berdua. Berita
itu sangat hangat beberapa saat. Yang katanya si waita menggugurkan kandungannya
atas suruhan istri pejabat, atau karena suruhan si pejabat sendiri, atau karena
keinginan si wanita pedangdut itu, pokoknya banyak versi deh dari cerita itu.
Tapi bukan itu yang ingin aku angkat, melainkan tentang moral sang pejabat itu.
Apakah hanyut dengan aliran dana rakyat yang telah dikantonginya atau tenggelam
dalam tumpukan harta yang telah dia kumpulkan dari hasil korupsi mungkin. Tapi
satu yang pasi dapat disimpulkan dari pejabat itu adalah hilangnya moral yang
pernah dimilikinya. Berita sang pejabat sempat hangat beredar dimasyarakat,
terakhir yang aku dengar kabar pejabat itu adalah pengunduran diri dari pejabat
itu. Baguslah, setidaknya dia masih punya sedikit rasa malu, meskipun hanya
secuil. Sedangkan si bu pedangdut malah
dituntut balik dipengadilan karena kasus aborsi ilegalnya.
Cerita Kedua juga datang dari pejabat gedung
DPR. Hal ini kasusnya juga hampir sama, yaitu kebejatan moral pejabat rakyat.
Si bapak pejabat ternyata dituntut oleh mantan sekretarisnya yang wanita karena
pernah melakukan pelecehan seksual pada si
bu sekretaris. Tapi pak pejabat memebantah semua itu, katanya yang itu
fitnahlah, atau foto yang beredar itu hanyalah foto kantor saaat berlibur, atau
si sekretaris ingin memutarbalikkan faktalah, pokoknya banyak dalihlah dari si
bapak pejabat. Tapi kesimpulan sama dapat diambil dari pak pejabat yang pertama
tadi, yaitu kebejatan moral mereka. Saya ngga sempat mengikuti ending dari pak
pejabat kedua.
Pernah juga pada waktu luang saya coba
buka-buka berita di internet. Nah, disitu saya sempat baca celetukan dari
seorang anggota DPR. Celetukannya menyangkut ke pejabat yang pertama dan kedua
tadi. Kira-kira isi dari celetukan itu seperti ini :
“lha di gedung DPR udah biasa kok terjadi
perselingkuhan itu, malah wanita-wanita sering dijadikan hadiah oleh
orang-orang yang terbantu oleh anggota DPR kepada anggota DPR yang telah
membantu mereka. Dinding-dinding kokoh gedung DPR sering menjadi saksi apa yang
terjadi di dalam ruangan para anggota DPR. Ngga Cuma 1 atau 2 orang saja yang
terlibat kasus-kasus wanita seperti itu. Soalnya kalau udah dihadiahin kaya gitu
gimana mau nolak ya. Kalau ketahuan, itu salah mereka sendiri ga bisa main
cantik.”
Ck,ck,ck….
No comments:
Post a Comment