Ya, judulnya menggambarkan bahwa aku bukanlah bagian kehidupan kampus lagi. Alhamdulillah tidak genap sebulan setelah sidang, aku diterima bekerja di PT Induksarana Kemasindo (ISKI) di daerah Jakarta Barat. Gajinya tidak begitu besar, namun masih cukup untukku seorang dan terbilang lumayan untuk fresh graduate seperti aku. Dan yang paling penting adalah, aku bisa hidup mandiri. Walau pun aku belum bisa membantu banyak untuk kehidupan orangtuaku, minimal aku tidak akan menyusahkan dan merepotkan mereka lagi.
Hari pertama saat memasuki dunia kerja,
banyak hal yang harus ku pelajari, banyak sisi yang harus ku perhatikan, dan
paling tentu, banyak karakter yang harus ku kenal. Dari big boss, sampai office
boy.
Hari pertama bekerja, aku dikenalkan pada
banyak sekali karyawan, yang membuat memori di kepalaku harus bekerja keras
untuk mengingat tiap wajah dan nama. Yang pada akhirnya membuat aku menyerah
dengan usaha ku yang terbilang cukup keras untuk melakukan kedua hal tersebut
dalam waktu bersamaan dalam waktu yang singkat. Selain diperkenalkan pada
lingkunga kerja, aku diperkenalkan dengan tugas yang akan ku jalani selama
bekerja di ISKI. Saat di kenalkan pada tugasku, sungguh gelar yang ku punya
tidak memiliki peran yang cukup besar dalam hal itu. Aku merasa seperti anak TK
yang masih buta huruf diajari untuk membaca sebuah novel, how can be?!?!?! Hari
pertama aku belum bisa memutuskan apakah aku akan menyukai pekerjaanku atau
malah membencinya.
Hari kedua bekerja, aku sudah mulai bisa
akrab dengan rekan-rekan seruanganku, walau pun aku merasa sangat asing dan
tidak enak, karena orang yang aku gantikan posisinya masih ada disana, untuk
handover denganku. Yah, posisiku terbilang agak sulit. Memang orang itu keluar
dari perusahaan atas keinginannya sendiri, dan bila dia tidak keluar maka aku
tidak akan mendapatkan pekerjaan ini, tapi… posisi yang kuhadapi sangatlah tidak
enak. Inginnya siyh, dia sudah tidak ada saat aku masuk, tapi kalau dia keluar
maka aku belajar sama siapa dong??? Aku juga sampai saat ini belum bisa
memutuskan apakah aku menyukai atau tidak menyukainya… karena, saat dia disana
aku merasa tiba-tiba berubah menjadi invisible woman (tidak man, karena aku kan
perempuan).
Namun, dihari kedua aku dilibatkan dalam
acara komunitas di bagian aku bekerja, yang membuat aku tampak ada dan terlihat
lagi… kesimpulan yang bisa kutarik dari hari pertama dan hari kedua, sungguh
pengalaman organisasi dikampus belum cukup membantu aku bersosialisasi dalam
lingkungan kerja… bukan berarti organisasi kampus yang salah, tapi memang aku
masih memiliki pengalaman yang sangat sangat sangat kurang sekali… yah, hidup
memang adalah sekolah yang paling nyata dan berharga…
Hari ketiga, hari terakhir bekerja dan hari
terakhir aku bertemu dan ditraining oleh orang yang akan kugantikan. Disini
aku sudah mulai paham akan tugasku, tidak seabu-abu hari pertama lagi. Sudah
dapat kubedakan antara hitam dan putih dari pekerjaanku, walau pun masih ada
yang terlihat abu-abu. Hari itu jugalah hari yang terberat dari hari ketiga
tadi. Mengapa??? Pertama, aku memberikan kesan yang kurang bagus terhadap big
boss, yang pada akhirnya si big boss menyuruh atasanku agar aku mengganti rokku
dengan celana. Alasannya, terlalu beresiko kalau aku memakai rok di lapangan. I
said in my mind “what?!?!?!, ganti costum?!?!?! No no no. It’s impossible to be
done!!!”. Aku nggak mungkin melakukannya, yang artinya aku menjual aqidahku,
Masya Allah… jangan sampai… aku tidak tahu apakah itu hanya akal-akalan si big
boss saja agar aku keluar dari perusahaan secepat mungkin atau memang
benar-benar resiko yang besar saat aku memakai rok di lapangan… Aku hanya
berharap, atasanku akan lupa atas permintaannnya dan si big boss juga lupa
kesan buruk yang ku timbulkan pada saat pertama kali ia melihatku dan aku bisa menunjukkan
bahwa rokku tidak akan menutupi kecerdasan otak yang diberi Allah padaku.
Intinya, penampilan islamiku tidak akan menghambat pekerjaanku. Apakah masih
banyak yang memandang bahwa muslimah tidak bisa bekerja sama efektifnya dengan
wanita-wanita rok pendek diluar sana, let me prove it, that we can do that
better!!! Ya Allah, jagalah hamba dalam mencari rezeki yang halal, dan bila ini
bukan jalan untuk mendapatkan rezeki yang layak untuk hamba, maka bukakanlah
dan mudahkanlah jalan yang lain untuk hamba.
Permintaan atasanku sudah membuat aku sedikit
down, dan sangat menambah berat kulit di wajahku, sehingga sangat sulit bagiku
untuk memberikan senyum tulus dan berbinar-binar pada orang lain yang menjadi
lawan bicaraku. I was so shocked!!! I was so confused!!! Gimana nggak, waktu hari
pertama wawancara sampai hari kedua aku bekerja, penampilanku bukanlah problem,
but why now??? Kenapa harus setelah hari ketiga??? Kalau dari hari pertama aku
ditolak, I would understand it… yah, Rahasia Allah always better, I know it.
Setelah banyak perasaan dan fikiran
berkecamuk di kepala dan di dadaku, ternyata bagian terberat belum juga cukup
memenuhi hari terakhir kerjaku di bulan ini. Saatnya perpisahan dengan orang
yang akan kugantikan. Ok, namanya mba Yanti. Tidak nyama juga rasanya kalau aku
memanggil dia terus menerus dengan “orang yang akan kugantikan”. Toh dia punya
nama, dan aku tidak membenci dia. Hanya saja, yah, aku tidak tahu harus
berperasaan seperti apa terhadap beliau. Yang pasti, saat rekan-rekan lain
mengucapkan salam perpisahan dengannya, aku merasa berada di tempat yang
sungguh sangat sangat sangat tidak seharusnya aku tempati. Aku merasa ingin pergi
atau menghilang sesaat, yang keduanya tidak mungkin aku lakukan. Because, I was still
there, watched them!!! Sungguh perasaan yang tidak nyaman. Seperti berada di
pemakaman dengan pakaian badut, sungguh tidak pantas kan?!?!?! Yah, selamat
Putri Lestari Hemawati, kamu dapat
jackpot bom jantung dalam satu hari!!!
Yah, terlepas dari semua itu, aku masih
bersyukur atas semua yang Allah beri padaku… aku yakin, Allah tidak akan menguji
hambaNya melebihi kapasitas keimanan dan kekuatan hati dan jiwa yang dimiliki
hambaNya tersebut… but, I just need time to accept everything. Dan semoga aku
bisa cepat menerima semua ini. Mudah-mudahan liburan dan akhir bulan suci ini
bisa membawa berkah untukku… amin ya Allah…
Mudah-mudahan ini episode hidup yang penuh
hikmah
